PAPUA.KABARDAERAH.COM – Markus Madai Ketua Bawaslu Kabupaten Nabire menyampaikan terkait tahapan persiapan pilkada 2020 yang sedang berjalan saat ini.
“Tahapan Pilkada 2020 untuk Kabupaten Nabire, kami Bawaslu sudah rerutmen Bawaslu tingkat Distrik, terus tanggal 10 kemarin kita sudah rapat untuk rekrutmen panwas tingkat kelurahan dan kampung. Kami juga melakukan pengawasan saat KPU lakukan perekrutan anggota PPD yang ada di 15 distrik Kabupaten Nabire, sudah sampai pada tahapan wawancara yang dilakukan oleh KPU kita awasi sampai jam 12 malam kemarin,” ungkapnya, di kantor Bawaslu Nabire, Selasa (12/02/2020).
Kepada Kabar daerah kata Markus selain lakukan pengawasan Bawaslu tidak akan tinggal diam namun, akan mengecek kebenaran E-KTP yang digunakan bakal calon independen, jika ada temuan E-KTP milik ASN atau TNI-Polri akan dikenakan sanksi dan minimal balon independen harus mendapatkan dukungan 18 ribu lebih dari jumlah masyarakat kota Nabire.
“Kami Bawaslu juga standby untuk mengawasi tahapan pendaftaran bakal calon independen yang akan dilaksanakan oleh KPU pada tanggal 19-26 februari, mereka Independen harus siapkan E-KTP pendukung maksimal 18 ribu. Untuk independen ada 4 balon yang sudah masukkan berkas,” kata Madai.
Ia juga mengatakan agar bakal calon untuk ikuti mekanisme yang ada “Saya sebagai ketua Bawaslu Nabire, kami sampaikan kepada yang maju melalui independen harus mengikuti aturan yang ada,” ucapnya.
Kata Markus sesuai aturan perundang-undangan Bawaslu akan lakukan pemanggilan kepada para balon yang masih status ASN.
“Untuk jalur politik pendaftarannya 16-18 juni 2020. Yang mau maju identitasnya PNS kami akan memanggil untuk klarifikasi. Apakah mereka benar-benar mau maju pada Pilkada Kabupaten Nabire 2020 atau tidak. Dan kami indikasi bahwa masih status PNS baru maju atau daftar di beberapa partai politik maka kita memastikan untuk memanggil 2 hari kedepan. Sesuai dengan undang-undang 10 tahun 2016 pasal 71 itu sudah jelas ASN yang benar mau maju harus undur dari jabatannya kalau itu kepala dinas dan lainnya,” katanya.
Diakhir Markus meminta masyarakat untuk terlibat mengawasi tahapan tahapan pendaftaran perseorangan.
“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Nabire untuk kita sama-sama mengawasi ditahapan perseorangan ini, supaya pemilu Kabupaten Nabire berjalan aman, tertib sesuai dengan yang kita harapkan,” tutupnya.
(Admin)





